Pelaku Kekerasan di Liga Amatir Portugal Dihukum Berat, Bagaimana di Indonesia?

Pemain yang lakukan kekerasaan dalam satu pertandingan di Liga Amatir Portugal memperoleh hukuman berat. Lalu, bagaimana di sepakbola Indonesia?

Pada awal April lantas, kekerasan berlangsung di Liga Amatir Portugal. Pemain Canelas 2010, Marco Goncalves, menendang muka wasit dengan dengkulnya. Hal semacam itu berlangsung waktu pertandingan melawan Rio Tinto yang berlangusng bln. lantas baru jalan dua menit.

Peristiwa itu dipicu oleh kartu merah yang didapat oleh Goncalves. Dia memukul pemain belakang lawan, sampai diusir wasit dari lapangan.

Atas aksi Goncalves itu, wasit Jose Rodrigues terkapar dengan muka bersimbah darah, yang dikarenakan patah tulang hidung. Disamping itu, Goncalves segera digelandang ke kantor polisi.

Menurut The Sun, pemain nomor punggung 10 di Canales itu segera disanksi di keluarkan oleh club.

” Marco Goncalves akan tidak pernah menggunakan jersey Canelas FC 2010 lagi. Kami menginginkan tunjukkan support seutuhnya pada wasit Jose Rodrigues serta keluarganya serta mengharapkan sembuh secepat-cepatnya, ” kata Presiden club, Bruno Canastro.

Diluar itu, otoritas dari liga regional Porto, telah memberi sanksi empat th. karna menyerang wasit, dua bln. karna dakwaan penghinaan serta aksi meneror, serta tiga bln. karna menyerang pemain lawan.

Dengan umur Goncalves yang telah mencapai 34 th., keseluruhan hukuman untuk dia dengan keseluruhan hampir 5 th. itu seolah jadi hukuman seumur hidup.

Nah, peristiwa kekerasan di lapangan sekarang ini juga menghantui sepakbola Indonesia, yang mengusung semangat baru. Liga 1 Indonesia belum genap sebulan, dua pemain timnas Indonesia saat di AFF 2016 lakukan pemukulan pada pemain lawan.

Peristiwa pertama menerpa pemain PSM Makassar, Ferdinand Sinaga, yang memukul pemain Persela Lamongan, Ivan Carlos. Dia juga memperoleh hukuman larangan tanding sepanjang empat pertandingan dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI.

Pada Sabtu (29/4) lantas, kekerasan kembali berlangsung. Abduh Lestaluhu sebagai pemain PS TNI melepas pukulan ke muka Thiago Furtuoso, yang mengenakan seragam Bhayangkara FC.

Read more

Wenger Pernah Datangi Tempat tinggal Mbappe untuk Merekrutnya

Manajer Arsenal Arsene Wenger mengklaim pernah lakukan pendekatan untuk dapat merekrut Kylian Mbappe, bahkan juga hingga menyambangi tempat tinggal si pemain.

Mbappe musim ini tampak bercahaya berbarengan Monaco, dengan cetak 24 gol dari keseluruhan 39 tampilan di semua arena. Penyerang 18 th. asal Prancis itu juga beritanya akan jadi rebutan bebrapa club top Eropa di musim panas.

Nah, musim panas lantas Wenger menyebutkan telah nyaris merekrut Mbappe dengan status bebas transfer pada musim panas lantas, biarpun pada akhirnya hal semacam itu tidak terwujud.

” Pemain berkaitan bisa mengatakan kalau th. lantas saya ada di tempat tinggalnya dalam usaha merekrutnya kesini (Arsenal), ” ucap Wenger pada beIN Sports yang diambil The Sports Review.

Baca juga : Wenger Tertarik Mbappe, namun Duit Dapat Jadi Masalah

” Sebab waktu itu dia tengah ada di saat akhir kontrak, namun Monaco selanjutnya bisa menjaga dianya serta ketentuan pada akhirnya bebrapa begitu ketat.

” Walau demikian, saya dapat mengerti ketentuan itu mengingat dia dididik disana serta selanjutnya mengambil keputusan untuk bertahan, ” sebutnya.

Read more